Workshop Guru Bina dan Guru Pamong: Bersiap untuk Ujian Nasional

03/10/2012 | 22:00 | Rahmadi Diliawan

Kota Kinabalu, 3 Oktober 2012

SIKK Workshop CLC Okt 2012 (38).jpgUjian Nasional (UN) merupakan sebuah hal yang wajib ditempuh oleh seluruh siswa agar dapat meneruskan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Pemerintah Republik Indonesia menetapkan UN sebagai salah satu cara untuk mengetahui kompetensi para pelajar Indonesia. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 pasal 63 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa penilaian terhadap siswa dilakukan oleh guru, satuan pendidikan sekolah, dan pemerintah melalui UN.

UN tahun 2013 ini menjadi UN pertama yang akan dihadapi oleh siswa-siswa Indonesia di Sabah. Selama ini mereka mengikuti kegiatan pembelajaran di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan sejumlah Community Learning Center (CLC) yang tersebar di seluruh wilayah Sabah. Sebuah kesempatan yang luar biasa bagi siswa Indonesia di tanah Sabah karena berkesempatan mengikuti UN; tidak semua siswa yang bersekolah di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) memiliki kesempatan yang sama. Kesempatan yang luar biasa ini serentak membangkitkan perasaan siaga di kalangan para pendidik dan siswa  Indonesia di negeri Sabah untuk berusaha menghadapi UN 2013.

Sejumlah Guru Bina dan Guru Pamong hadir dalam workshop yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) ini, mereka berkumpul untuk  saling bertukar pikiran tentang UN yang sebentar lagi akan dihadapi oleh siswa-siswa mereka. Berbagai macam strategi harus dipersiapkan sebelum mulai bertanding.

Panitia lokakarya (workshop) membagi peserta yang hadir menjadi dua kelompok; 1) Kelompok Micro Teaching, dan 2) Kelompok Perumus Soal.  Kelompok pertama akan diberi materi tentang “tips dan trik mengajar “ yang akan dilanjutkan dengan micro teaching oleh masing-masing peserta workshop. Panitia memberikan kesempatan selama 30 menit bagi setiap peserta untuk melakukan praktik mengajar. Kelompok kedua dibagi kembali menjadi empat kelompok berdasarkan jenis soal yang terdapat dalam UN; 1) Kelompok IPA, 2) Kelompok Matematika, 3) Kelompok B. Indonesia, dan 4) Kelompok B. Inggris.

Peserta Workshop yang tergabung dalam Kelompok Perumus Soal diberi tugas untuk merumuskan soal-soal berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) UN 2012. SKL atau yang biasa disebut dengan kisi-kisi ini kemudian dikembangkan oleh masing-masing kelompok menjadi 50 soal.

SIKK Workshop CLC Okt 2012 (33).jpg

Setiap kelompok memiliki satu pembimbing dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) yang ditunjuk khusus oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud); 1) Drs. Teguh Wiyono (IPA), 2) Tetik Atikah, S.Pd.(Bahasa Inggris), 3) Yudotomo Budi, S.Pd., M.Hum., (Matematika) dan 4) Gunawan Widiyanto, M.Hum. (Bahasa Indonesia). Setiap pembimbing bertugas untuk memimpin kelompok sedari pembahasan soal sulit hingga pembuatan soal.

Bukan merupakan hal yang mudah untuk menghasilkan soal-soal yang relevan dan berkualitas, hingga pukul 21.30 malam para peserta workhop masih terlihat sibuk dalam mengutak-atik soal. Dan, akhirnya pembahasan soal maish harus dilanjutkan di hari berikutnya. Soal-soal yang sedang dibahas dan dibuat oleh para peserta workshop ini kemudian akan disebarkan ke seluruh Sabah sebagai bahan latihan para siswa kelas 9 Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMPT) Sabah  untuk mengikuti Ujian Nasional 2013. “Selamat dan sukses bagi para siswa dan guru Indonesia!”, “raih hasil maksimal dalam Ujian Nasional 2013.”. (RD)

Komentar